Selasa, 25 Mei 2010

Migrasi Plankton

MIGRASI PLANKTON
KONSEP DAN PEMAHAMAN TENTANG MIGRASI

Harden Jones (1968) diakui tiga jenis "gerakan migrasi": hanyut dengan arus, gerakan berpengerak acak dan gerakan berpenggerak berorientasi. Dalam makalah Harden kemudian Jones (1984) menyatakan: "Saya menggunakan kata migrasi dalam arti datang dan pergi dengan musim secara teratur". Gerking (1953) mendefinisikan konsep "merpati" sebagai "kembali ke tempat yang sebelumnya ditempati bukannya pergi ke tempat-tempat yang sama kemungkinan lain". Homing dikenal menjadi fitur penting dari migrasi stok ikan banyak.
Untuk tujuan penilaian stok ikan, penjelasan tentang mengapa ikan bermigrasi adalah penting. Yang penting adalah untuk mengetahui di mana ikan yang berada di sepanjang tahun.

Dalam panduan ini kita akan melihat migrasi terutama sebagai sumber dari penyimpangan. Migrasi di sini didefinisikan sebagai "semua jenis gerakan sistematis individu milik saham" (bdk. definisi bias diberikan dalam Bagian 7.1). Gerakan migrasi acak tidak dianggap dalam konteks ini karena kita hanya tertarik pada jenis seperti migrasi yang menciptakan ketidakpastian untuk program sampling frekuensi panjang. Jika ikan bergerak secara acak gerakan tidak akan mengubah probabilitas relatif menjadi sampel. Perbedaan antara gerakan-gerakan acak dan gerakan sistematis tidak jelas. Ikan dapat mengalami konsentrasi makanan dengan bergerak secara acak, dan oleh gerakan acak tetap di sana sampai makanan hampir habis. Jika pergerakan item makanan sistematis (misalnya, ditentukan oleh arus dan fitur oseanografi sistematis), kami akan mempertimbangkan gerakan di atas digambarkan sebagai migrasi makan, meskipun itu terdiri dari pergerakan acak.
Migrasi juga ditandai dengan menjadi diprediksi, misalnya, untuk beberapa saham kami dapat memprediksi dimana waktu dan tempat konsentrasi tinggi dapat ditemukan.
Migrasi vertikal pola makan plankton mengacu pada pola pergerakan organisme laut yang hidup pada zona fotik yang dilakukan setiap hari. Kata pola makan berasal dari bahasa latin dies (hari) yang berarti periode 24 jam. Organisme yang menunjukkan pola perilaku dari berbagai ukuran mikroskopis plankton sampai pada ukuran yang lebih besar yaitu nekton, seperti ikan. Organisme umumnya melakukan migrasi vertikal pola makan sebagai respon dari adanya ketidakstabilan dari suatu ekologis (sumber, mangsa, predator) di zona pelagis.
Dalam kasus fitoplankton autotrof, sementara cahaya untuk fotosintesis menurun secara eksponensial dari permukaan laut, ketersediaan nutrisi biasanya meningkat ke kolom air pada malam hari untuk mendapatkan nutrisi, tetapi kembali ke permukaan selama siang hari.
Sebaliknya, organisme zooplankton heterotrof dan hewan-hewan yang lebih besar tidak memerlukan cahaya untuk pertumbuhan (meskipun beberapa mixotrops memiliki endosimbion yang memerlukan cahaya. Namun, dalam melakukan migrasi menuju permukaan dilakukan juga pada waktu senja, dimana mangsa mereka paling banyak. Mereka mungkin rentan terhadap predator yang lebih besar yang bisa memangsa dengan penglihatannya. Akibatnya, beberapa melakukan pola migrasi vertikal berlawanan pola makan, bepergian ke permukaan pada malam hari untuk memberi makan, kemudian turun ke kedalaman lebih gelap, lebih aman di siang hari.
Selain menghindari predator, perairan yang lebih dalam juga lebih dingin. Selama periode ketika makanan relatif langka (yaitu jauh dari mekar musim semi ), kunjungan ke perairan ini suhu yang lebih rendah memperlambat metabolisme organisme, yang memungkinkan mereka untuk hidup di bawah makanan asupan.
Berikut pola migrasi plankton :

1 Berdasarkan Sebaran Horizontal
Plankton terdapat dilingkungan air tawar hingga tengah samudra. Dari perairan tropis hingga ke perairan kutub. Boleh dikatakan tak ada permukaan laut yang tidak dihuni oleh plankton. Berdasarkan sebaran horizontalnya, plankton dibagi menjadi:
a. Plankton Neritik
Plankton neritik (neritic plankton) hidup di perairan pantai dengan salinitas (kadar garam) yang relatif rendah. Kadang-kadang masuk sampai ke perairan payau di depan muara dengan salinitas sekitar 5¬10 psu (practical salinity unit; dulu digunakan istilah °/oo atau permil, g/kg). Akibat pengaruh lingkungan yang terus-menerus berubah disebabkan arus dan pasang surut, komposisi plankton neritik ini sangat kompleks, bisa merupakan campuran plankton laut dan plankton asal perairan tawar. Beberapa di antaranya malah telah dapat beradaptasi dengan lingkungan estuaria (muara) yang payau, misalnya Labidocera muranoi.
b. Plankton Oseanik
Plankton oseanik (oceanic plankton) hidup di perairan lepas pantai hingga ke tengah samudra. Karena itu plankton oseanik ditemukan pada perairan yang salinitasnya tinggi. Karena luasnya wilayah perairan oseanik ini, maka banyak jenis plankton tergolong dalam kelompok ini.
Penggolangan seperti di atas tidaklah terlalu kaku, karena ada juga plankton yang hidup mulai dari perairan neritik hingga oseanik hingga dapat disebut neritik-oseanik.
2. Berdasarkan Sebaran Vertikal
Plankton hidup di laut mulai dari lapisan tipis di permukaan sampai pada kedalaman yang sangat dalam. Dilihat dari sebaran vertikalnya plankton dapat dibagi menjadi:
a. Epiplankton
Epiplankton adalah plankton yang hidup di lapisan permukaan sampai kedalaman sekitar 100 m. Lapisan laut teratas ini kira-kira sedalam sinar matahari dapat menembus. Namun dari kelompok epilankton ini ada juga yang hanya hidup di lapisan yang sangat tipis di permukaan yang langsung berbatasan dengan udara. Plankton semcam ini disebut neuston. Contoh yang menarik adalah fitoplankton Trichodesmium (Gambar 10.), yang merupakan sianobakteri berantai panj ang yang hidup di permukaan dan mempunyai keistimewaan dapat mengikat nitrogen langsung dari udara. Neuston yang hidup pada kedalaman sekitar 0-10 cm disebut hiponeuston. Ternyata lapisan tipis ini mempunyai arti yang penting karena bisa mempunyai komposisi j enis yang kompleks.
Dari kelompok neuston ini ada juga yang mengambang di permukaan dengan sebagian tubuhnya dalam air dan sebagian lain lagi tersembul ke udara. Yang begini disebut pleuston.
b. Mesoplankton
Mesoplankton yakni plankton yang hidup di lapisan tengah, pada kedalaman sekitar 100-400 m (jangan dikelirukan dengan ukuran plankton yang istilahnya sama). Pada lapisan ini intensitas cahaya sudah sangat redup sampai gelap. Oleh sebab itu, di lapisan ini fitoplankton, yang memerlukan sinar matahari untuk fotosintesis, umumnya sudah tidak dijumpai. Lapisan ini dan lebih dalam didominasi oleh zooplankton. Beberapa kopepod seperti Eucheuta marina tersebar secara vertikal sampai ke lapisan ini atau lebih dalam. Dari kelompok eufausid juga banyak yang terdapat di lapisan ini, misalnya Thysanopoda, Euphausia, Thysanoessa, Nematoscelis. Tetapi eufausid ini juga dapat melakukan migrasi vertikal sampai ke lapisan di atasnya.
c. Hipoplankton
Hipoplankton adalah plankton yang hidupnya pada kedalaman lebih dari 400 m. Termasuk dalam kelompok ini adalah batiplankton (bathyplankton) yang hidup pada kedalaman > 600 m, dan abisoplankton (abyssoplankton) yang hidup di lapisan yang paling dalam, sampai 3000 – 4000 m.
Sebagai contoh, dari kelompok eufausid, Bentheuphausia ambylops (Gambar 13) dan Thysanopoda adalah jenis tipikal laut-dalam yang menghuni perairan pada kedalaman lebih dari 1500 m. Kelompok kaetognat Eukrohnia hamata, dan Eukrohnia bathypelagica (Gambar 13) termasuk yang hidup pada kedalaman lebih dari 1000 m.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar