Selasa, 25 Mei 2010

Laporan Planktonologi phytoplankton I

BAB I.
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Dalam perairan laut ditemukan berbagai macam spesies kehidupan bawah laut yang menakjubkan. Lautan dan samudera memiliki luas mencapai 70 % dari permukaan bumi. Wilayah yang sedemikian luasnya merupakan komponen penyumbang terhadap keberadaan dan keanekaragaman sumberdaya. Untuk itu plankton sebagai komponen dasar dalam suatu lingkungan laut dapat dijadikan parameter dalam pemantauan kualitas lingkungan perairan. Aspek yang dapat dilihat meliputi kuantitas dan kualitas plankton. Aspek kualitas meliputi pemahaman tentang plankton yang berkaitan dengan keberadaan jenis plankton yang menimbulkan bencana terhadap lingkungan sekitarnya atau terhadap manusia sebagai konsumen langsung organisme sebagai makanan. Aspek kuantitas meliputi pemahaman terhadap fungsi dan tingkat kemampuan perairan sebagai pendukung kehidupan organisme air. Pemahaman ini berhubungan erat dengan penilaian perairan yang berfungsi sebagai daerah perikanan potensial baik sebagai daerah penangkapan ikan maupun sebagai tempat budidaya laut.

Dalam sumber daya perairan dapat ditentukan tinggi rendahnya tingkat potensial berdasarkan tingkat produktivitas suatu perairan yang dilatar belakangi oleh kajian fisik, kimiawi maupun hayati. Sedangkan plankton adalah termasuk dalam kajian fisik hayati. Dimana plankton bertindak produser utama dari bahan - bahan anorganik, melalui proses fotosintesa, dan pada beberapa biota bertindak sebagai konsumer tingkat pertama pada jaring - jaring makanan di perairan.

Berubahnya fungsi perairan sering disebabkan oleh perubahan struktur dan nilai kuantitatif plankton. Perubahan ini dapat disebabkan oleh karena kegiatan ala maupun manusia, seperti adanya signifikasi konsentrasi unsur hara secara sporadis sehigga dapat menimbulkan peningkatan nilai nilai kuantitas plankton melampaui batas normal yang dapat ditolerir oleh organisme lain. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak negatif berupa kematian massal organisme perairan akibat persaingan penggunaan oksigen terlarut seperti yang terjadi pada periairan dunia dan beberapa perairan Indonesia.


1.2 TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah dengan adanya praktikum planktonologi ini praktikan diharapkan dapat:
1. Mengetahui Bentuk dan jenis dari fitoplankton
2. Mengetahui ciri-ciri dari fitoplankton yang ditemukan
3. Dapat membedakan fitoplankton dan zooplankton
4. Agar mahasiswa yang melakukan praktikum mengetahui bagaimana cara melihat atau mengamati plankton dari mikroskop.
5. Agar mahasiswa yang melakuakn praktikum mengetahui bagaimana cara
mengidentifikasi species Plankton
6. Agar mahasiswa yang melakukan praktikum mengetahui dan bisa melakukan
klasifikasi Plankton.

1.3 MANFAAT
1. Mahasiswa dapat membedakan zooplankton dan fitoplankton
2. Dapat mengetahui klasifikasi dan ciri-ciri dari plankton
3. Mahasiswa mengerti tentang cara mengidentifikasi plankton


1.4 WAKTU DAN LOKASI
Waktu : 11.20 – 12.30
Tanggal : 19 Mei 2010
Tempat : Laboratorium Ilmu Kelautan, Tembalang.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Plankton
Plankton adalah suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang ambing oleh arus air. Mereka terdiri dari makhluk hidup sebagai hewan (zooplankton) ataupun sebagai tumbuhan (fitoplankton).Kelompok-kelompok organisme yang hanyut bebas dalam laut dan sangat lemah daya renangnya dinamakan plankton. Kemampuan berenang organisme-organisme planktonik demikian lemah sehingga mereka sama sekali dikuasai oleh gerakan-gerakan air. Plankton dapat dibagi menjadi dua golongan, yakni : fitoplankton terdiri dari tumbuhan laut yang bebas melayang dan hanyut dalam laut serta mampu berfotosintesisi; dan zooplancton ahila hewa-hewan laut yang planktonik. (Nybbaken,1982)Arinardi, dkk (1997) mengelompokkan plankton berdasarkan ukuran, habitat, serta daur hidupnya. Berdasarkan ukurannya, plankton dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok yang dapat di lihat pada tabel.1. (Dussart, 1965 dalam Omori Ikeda, 1984).















Tabel. 1. Pengelompokkan plankton berdasarkan ukurannya.
Kelompok Ukuran Biota utama
Plankton non-net*
Ultrananoplankton
Nanoplankton
Mikroplanton


Plankton net*
Mesoplankton
Makroplankton

Mikronekton

Megaloplankton
2 m
2 – 20 m
20 – 200 m



200 m – 2 mm
2 – 20 mm

20 – 200 mm

20 mm
Bakteria
Fungi, Flagellata, dan Diatom kecil
Sebagian besar fitoplankton, Foraminifera, Ciliata, Rotifera , dan Nauplius Copepoda

Cladocera, Copepoda, dan Larvaceae
Pteropoda, Copepoda, Euphausiid, Chaetognatha.
Chepalopoda,Euphausiid, Sargestid, Myetopid.
Scyphozoa, Thaliaceae .

Masih ada dua isilah lagi bagi plankton, yaitu yang bersangkut-paut dengan daur hidup organisme planktonik. Suatu organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik termasuk golongan holoplankton. Kemudian, meroplankton ialah organisme-organisme akuatik yang hanya sebagian dari daur hidupnya bersifat plantonik. Termasuk dalam golongan meroplankton ialah berbagai larva hewan laut yang pada stadium dewasa hidup sebagai bentos atau nekton. (Nybbaken,1982)

Pengelompokan plankton berdasarkan habitat adalah sebagai berikut:
A Plankton bahari (haliplankton)
a. Plankton oseanik : plankton yang hidup di luar paparan benua.
b.Plankton neritik: plankton yang hidup diatas paparan benua (mulutsungai, perairan pantai, dan perairan lepas pantai).
c.Plankton air payau : plankton yang hidup di perairan salinitas rendah (0,5 – 30 ).
B. Plankton air tawar (limnoplankton)

Semua plankton yang hidup di perairan dengan selinitas kurang dari 0,5 Sedangkan pengelompokkan plankton berdasarkan daur hidupnya adalah sebagai berikut :
A. Plankton tetap (holoplankton)
Biota yang seluruh daur hidupnya dilalui sebagai plankton.
Contoh : Chaetognatha dan Copepoda.
B. Plankton sementara (meroplankton)
Biota yang sebagian hidupnya dilalui sebagai plankton, misalnya pada stadia telur dan larva berbagai jenis ikan, cumi dan kerang kerangan.

2.2. FITOPLANKTON DI PERAIRAN
2.2.1. PENGERTIAN
Phytoplankton adalah termasuk bentuk biota tanaman ; dimana bentuk biota tanaman tersebut bersifat autotrophic dan menyumbang secara langsung terhadap keberadaan pakan di permukaan air dengan mengembangkan protoplasmanya dan cadangan makanan secara langsung dari karbon dioksida dan larutan garam di laut( Newell and Newell , 1977 ). Menurut Sachlan ( 1982 ) dan Arinardi dkk ( 1997 ) yang dimaksud dengan phytoplankton adalah plankton nabati. Selanjutnya Sumich dan Dudley ( 1992 ) mendefinisikan phytoplankton adalah biotra mikroskopik, mengapung bebas dan merupakan produser primer. Lebih lanjut ditambahkan bahwa phytoplankton adalah biota laut photosintetik, sebagai produser primer ekosistem laut, dan berada pada rantai pertama dari jaring – jaring makanan.
Klasifikasi dari Fitoplankton menurut Sze ( 1986 ) dan Boney ( 1989 ) adalah sebagai berikut :


Kingdom : Plantae

Divisi : Cyanophyta

Klas : Cyanophyceae
Ordo : Chroococcales
Species : Chroococcus turgidus
Ordo : Chamaesiphonales
Ordo : Nostocales
Species : Gloeocapsa sp.
Species : Merismopedia sp.
Species : Microcystis sp.

Divisi : Chlorophyta

Klas : Chlorophyceae
Genus : Chlamydomonas
Genus : Haematococcus
Genus : Coccomonas
Genus : Pteromonas
Species : Ankistrodesmis falcatus
Species : Scenedesmus quadricauda
Species : Dictyosphaerium pulchellum
Species : Pediastrum boryanum
Species : Hydrodictyon reticulatum
Genus : Spirotaenia
Genus : Xanthidium
Genus : Micrasterias

Klas : Prasino / Haptophyceae
Species : Pyramimonas grossi
Species : Platymonas convolutae
Species : Halosphaera viridis

Divisi : Chrysophyta

Klas : Chrysophyceae
Genus : Mallomonas
Genus : Uroglena
Species : Dictyocha speculum



Klas : Prymnesiophyceae
Genus : Chrysochromulina
Genus : Hymenomonas
Genus : Emiliana
Species : Phaeocystis pouchettii

Klas : Bacillariophyceae /
Diatomophyceae
Species : Coscinodiscus grani
Genus : Lithodesmium
Species : Biddulphia rhombus
Genus : Rhizosolenia
Genus : Cymbella
Genus : Thalassiosira
Genus : Stephanopyxis
Genus : Cyclotella
Species : Skeletonema costatum

Divisi : Pyrrophyta / Dynophyta

Klas : Dynophyceae
Species : Prorocentrum micans
Species : Exuviella marina
Genus : Gymnodinium
Species : Ceratium tripos
Species : Ceratium hirundinella
Species : Protoperidinium leonis
Genus : Dinophysis

Divisi : Cryptophyta

Klas : Cryptophyceae
Genus : Cryptomonas

Divisi : Euglenophyta

Klas : Euglenophyceae
Genus : Euglena

2.2.2 MORPHOLOGY
Sedangkan untuk mengidentifikasi morfologi plankton didasarkan pada beberapa karakteristik sel tertentu yaitu:
1.Bentuk sel ; konstan atau bervariasi dan fleksibilitas sel berkaitan erat dengan bentuk dinding sel.
2.Dimensi sel ; pengukuran berdasarkan pada ukuran sel dengan menggunakan skala mikrometer.
3.Dinding Sel. Berdasarkan kandungan bahan dinding sel. Bahan organik pectin pada dinding sel dapat diketahui dengan menggunakan larutan Ruthenium Merah, dimana pada larutan sel tersebut akan membentuk lapisan berwarna Merah Jambu.Plankton algae banyak memiliki dinding sel bermineral. Diatom memiliki dinding sel dari Silika ( SiO2 ), terkadang dengan model permukaan yang cukup komplek.Pada plankton alga coklat, dinding luarnya tersusun dari silika atau kalsium karbonat ( CaCO3 ). Meskipun demikian untuk mengetahuinya haruslah digunakan mikroskop skaning elektron atau mikroskop transmisi.Pada plankton coklat dan hijau yang berflagella, permukaan dinding luarnya tersusun oleh model cangkang bahan organik yang komplek pula. Untuk mengetahuinya harus digunakan mikroskop skaning elektron .Penggunaan mikroskop elektron menjadi essensial, karena pada penentuan beberapa species dan genus berdasarkan kepada penampakan permukaan cangkang luar.Pada euglenoida berflagella, modifikasi yang terjadi pada membran plasma menyebabkan cangkang luar berbentuk pellicle. Theca adalah membran mati yang telah terpisah dari membran plasma. Struktur dinding sel mempuntai bentuk mendekati polysakarida glycocalyx.
4.Lapisan Mucilage ; lapisan ini adalah kelanjutan dari sistem dinding sel yang hanya akan dapat diketahui bila sel atau koloni sel ditempatkan pada suspensi tinta cina. Kloroplast dapat juga mengandung bahan PYRENOID, yaitu proteinaceous yang tidak berpigmen.Kloroplast merupakan tempat penyimpanan semua bahan. Pada plankton hijau, kloroplast merupakan tempat penyimpanan karbohidrat.

5.Kloroplast ; tiga hal yang harus diperhatikan yaitu : warna, jumlah dan bentuk. Warna adalah ekspresi dari kandungan pigmen. Kloroplast adalah organe yang sangat peka terhadap cahaya di mana akan membantu orientasi sel. Kloroplast dapat juga mengandung bahan pyrenoid yaitu proteinaceous yang tidak berpigmen. Kloroplast merupakan tempat penyimpanan semua bahan.
6.Flagella ; hal-hal penting dari keberadaan flagella pada sel adalah : jumlahnya pada setiap sel, titik insersi atau penempelan pada sel, panjang relatif bila jumlahnya lebih dari satu, keberadaan atau ketiadaan ujung yang pecah dan mati atau bagian ujung yang tumbuh seperti rambut, dan keberadaan organ tambahan serupa dengan flagella yang di sebut dengan haptonema, seperti pada Cryptophyceae.
7.Substansi/bahan cadangan ; Karbohidrat, minyak / lemak dan chrysolaminarin adalah bahan – bahan utama pada sel phytoplankton. Karbohidrat dan chrysolaminarin adalah polysakarida yang secara kimiawi terstruktur bebas. Karbohidrat adalah percampuran antara -1,4-ikatan glukan dan -1,6-ikatan glukan. Chrysolaminarin adalah -1,3-ikatan glukan. Karbohidrat alga hijau dari Class Chlorophyceae memberikan warna biru gelap pada reaksi dengan iodine sebagaimana pada tanaman tingkat tinggi. Karbohidrat cadangan pada Class Prasinophyceae memberikan warna merah coklat pada reaksi dengan iodine.Bahan cadangan pada Euglenoidae berflagella termasuk kedalam alga hijau, adalah paramylon yang merupakan ikatan -1,3-ikatan glukan yang cukup solid. Chrysolaminarin adalah bahan cadangan utama pada phytoplankton alga coklat, dan merupakan suatu larutan yang tersimpan pada vacuola dalam sel. Hal tersebut merupakan bahan cadangan yang cukup kaya pada tanaman uniselluler.
Alga hijau biru mempunyai bahan cadangan yang cukup bervariasi seperti :

a. glycogen berbentuk seperti telur atau batang,
b. globula lemak,
c. granula / butiran Cyanophycin ( polipeptida dari asam aspartik dan arginik )
d. polyphosphat
e. polyhedral semi-kristaline / carboxysomes, yang merupakan bentuk cadangan dari ribulose-1, 5-biphosphate carboxylase ( RuBPA-Case ), enzym yang berperanan penting pada proses fotosintesa.
8.Bentuk-bentuk yang lain ; ada beberapa kelas biota tertentu, terdapat beberapa hal tambahan yang harus diamati yaitu : vokuola sel, trichocyst (butir-butir memanjang berukuran kecil yang dikeluarkan oleh sel, meskipun sel mempunyai bentuk berbuku-buku atau panjang meruncing).

Meskipun fitoplankton membentuk sejumlah besar biomassa dilaut, kelompok ini hanya diwakili oleh beberapa filum saja. Sebagian besar bersel satu dan mikroskopik, dan mereka termasuk filum Chrysophyta yakni alga hijau kuning yang meliputi diatom dan kokolitofor. Selain itu terdapat jenis alga biru – hijau (Cyanophyta), alga coklat (Phaerophyta) dan satu kelompok besar dari dinoflagelta. Diatom merupakan produsen primer yang terbanyak. Mereka terdapat disemua bagian lautan, tetapi teramat melimpah didaerah permukaan dan dilintang tinggi, dimana terdapat air dingin yang penuh zat hara. Biota bersel satu ini umumnya dinamakan alga coklat emas karena warnanya. Diatom mempunyai ukuran yang sangat beranekaragam, dari beberapa micrón sampai beberapa milimeter. Kerangka silikonnya menunjukkan bebtuk – bentuk dan pola – pola rumit dan halus. (Kasijan & Juwana, 1999)

Klasifikasi plankton flora dan fauna didasarkan kepada siklus hayati yang memang berbeda nyata. plankton terbagi menjadi phytoplankton dan zooplankton. Kasijan Romimohtarto ( 1984 ) menyatakan bahwa plankton nabati atau phytoplankton yang terdiri dari tumbuh - tumbuhan atau tumbuh - tumbuhan yang hidup sebagai plankton. Selanjutnya dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan plankton hewani atau zooplankton adalah plankton yang terdiri dari binatang - binatang atau binatang - binatang yang hidup sebagai plankton. Bougis (1974) menjelaskan lebih lanjut bahwa yang dimaksud dengan zooplankton atau ”plancton animal, est constitué par l’ensemble des organismes hétérotrophes à nutrition animale, qui, ne pouvant synthétiser leur subtance organique, l’obtiennent du milieu extérieur par absorption de particules, vivantes ou non ( phagotrophie )” yang berarti plankton hewani yang terdiri dari sejumlah biota heterotrof sampai dengan fauna nutritif yang tidak mampu mensintesa substansi organik dimana diperoleh dari lingkungan luar disekitarnya dengan mengabsorpsi partile, baik hidup maupun tidak ( phagotropi ). Selanjutnya dikemukakan pula bahwa sifat heterotropik zooplankton akan berlawanan dengan sifat autotrof dari phytoplankton.




























BAB III
MATERI DAN METODE

ALAT DAN BAHAN :
 Sampel Plankton yang telah diawetkan
 Mikroskop
 Preparat
 Alat Tukis
 Buku pedoman bentuk dan Nama plankton

CARA KERJA :
• Masukkan sampel plankton yang telah diawetkan kedalam preparat dan tutup dan diusahakan tidak ada gelembung udara di dalam preparat
• Letakkan preparat di meja objek dan amati dengan mikroskop
• Gambar penamapakan bentuk fitoplankton
• Tentukan nama genus dari plankton yang diamati dengan melihat pada buku pedoman bentuk dan nama plankton







BAB IV
HASIL

4.1 GAMBAR
4.1.1 Oscillatoria


4.1.2 Pleurosigma


4.1.3 Gyrosigma


4.1.4 Nitzschia


4.2 PEMBAHASAN
4.2.1 Oscillatoria
Kingdom : Plantae
Divisi : Chyanophyta
Kelas : Chyanophyceae
Bangsa : Oscillatoriales
Suku : Oscillatoriaceae
Genus : Oscillatoria
Oscillatoria adalah genus cyanobacteria berbentuk benang yang diberi nama untuk osilasi di dalam gerakannya. Filamen di koloni-koloni dapat geser bolak-balik terhadap satu sama lain sampai seluruh massa diorientasikan untuk sumber cahayanya. Hal ini umumnya ditemukan di perairan-palung air, dan terutama biru-hijau atau coklat-hijau. Oscillatoria adalah organisme yang mereproduksi oleh fragmentasi. Oscillatoria bentuk filamen panjang sel yang dapat masuk ke fragmen disebut hormogonia. hormogonia dapat tumbuh menjadi filamen, baru lagi. Breaks pada filamen biasanya terjadi di mana sel-sel mati (necridia) yang hadir. Oscillatoria menggunakan fotosintesis untuk bertahan hidup dan bereproduksi.

4.2.2 Pleurosigma
Kingdom : Plantae
Divisi:Bacillariophyta
Kelas:Bacillariophyceae
Bangsa:Pennales
Suku:Naviculaceae
Genus : Pleurosigma

Pleurosigma adalah genus diatom mengukur 5-10 im panjang. Pleurosigma adalah genus diatom mengukur 5-10 im panjang.
Diatom (juga dikenal sebagai bacillarioficee) ganggang mikroskopis ditandai oleh dinding sel silika, secara struktural mirip dengan cangkang kerang kerang. Diatom (Juga Dipanggil bacillarioficee) ditandai oleh ganggang mikroskopis dengan dinding sel silika, secara struktural mirip dengan cangkang kerang kerang. dinding ini sebenarnya dibangun sebagai kotak (peti mati) dengan tutupnya (epiteca) dan latar belakang (hipotek), juga disebut valVario wajah. dinding ini sebenarnya dibangun sebagai kotak (peti mati) dengan PERUSAHAAN tutup (epiteca) dan Latar Belakang Its (mortgage) valVario Disebut Juga wajah. Reproduksi biasanya oleh pembelahan sel. Biasanya Reproduksi adalah dengan pembelahan sel. Epiteca dan hipotek yang terpisah dan masing-masing sel anak, menerima setengah dari kulit asli, mengeluarkan setengah hilang, sedikit lebih kecil, yang cocok dalam tertua. Epiteca dan hipotek dan dipisahkan Setiap sel anak, menerima setengah dari kulit asli, disekresi setengah hilang, Sedikit lebih kecil, yang cocok Dalam The Terlama. Berturut-sel divisi yang mengarah ke pembentukan sel anak yang lebih kecil dan lebih kecil hingga mencapai ukuran minimum. Berturut-sel divisi yang mengarah ke pembentukan sel anak yang lebih kecil dan lebih kecil hingga mencapai ukuran minimum. Secara berkala, reproduksi seksual menghasilkan ukuran sel membentuk originaria.Per dan ekologi, yang diatom dibagi menjadi menyirip dan centric. Secara berkala, reproduksi seksual menghasilkan ukuran sel membentuk originaria.Per dan ekologi, diatom adalah Terbagi menjadi menyirip dan sentris. Sementara centric diatom biasanya koloni berbentuk benang yang hidup dalam suspensi, kebanyakan diatom menyirip hidup sebagai sel tunggal dalam sedimen dasar laut. Biasanya sementara centric diatom adalah koloni berbentuk benang itu tinggal di suspensi, sebagian besar diatom menyirip hidup sebagai sel tunggal dalam sedimen dari Dasar laut. Dinding, terutama terdiri dari silika, juga mengandung sejumlah selulosa. Dinding, yang terdiri dari silika Terutama, Juga berisi 'dalam jumlah tertentu selulosa. sitoplasma berisi klorofil, namun keberadaan pigmen lain (terutama xanthophylls kuning) memberikan organisasi-organisasi ini gambar berwarna cokelat keemasan terlihat direproduksi di dalam sel. sitoplasma berisi Klorofil, Tapi Kehadiran pigmen lainnya (Terutama xanthophylls kuning) Organisasi ini memberikan gambar berwarna cokelat keemasan terlihat direproduksi di dalam sel.
4.2.3 Gyrosigma
Kingdom : Plantae
Divisi:Bacillariophyta
Kelas:Bacillariophyceae
Bangsa:Pennales
Suku:Naviculaceae
Genus : Gyrosigma
Para wakil adalah sel tunggal yang besar. Mereka memiliki cangkang silika khas Kiesalgen dua counter. Mereka memiliki cangkang silika khas Kiesalgen dua counter. Mengingat mangkuk shell mereka sigmoid, yaitu pada kedua ujung membungkuk ke arah yang berlawanan. Mengingat mangkuk shell mereka sigmoid, yaitu pada kedua ujung membungkuk ke arah yang berlawanan. Di sisi mereka melihat empat persegi panjang. Di sisi mereka melihat empat persegi panjang. Kedua plastida per sel yang memanjang, pelat berbentuk dan berbaring di tali sabuk. Kedua plastida per sel yang memanjang, pelat berbentuk dan berbaring di band korset. Pada bagian dalam plastida duduk beberapa pyrenoids. Pada bagian dalam plastida duduk beberapa pyrenoids. Inti duduk di tengah sel. Inti duduk di tengah sel. Keduanya memiliki kulit rafe dan di tengah-tengah titik yang sangat halus. Kedua kerang ada di tengah rafe dan tusukan sangat halus. Sel-sel dapat creep. Sel-sel dapat creep. Jarang, beberapa sel bersama-sama dalam tabung lendir. Jarang, beberapa sel bersama-sama dalam tabung lendir. Sel-sel adalah 60-180 mikrometer panjang. Sel-sel adalah 60-180 mikrometer panjang.





4.2.4 Nitzschia
Kingdom : Plantae
Divisi :Bacillariophyta
Kelas :Bacillariophyceae
Bangsa :Pennales
Suku : Nitzschiaceae
Genus : Nitzschia

Nitzschia adalah pennate laut umum diatom . Dalam literatur ilmiah genus ini kadang-kadang disebut Nitzchia, takson ini memiliki banyak spesies dijelaskan, yang semua memiliki morfologi yang serupa. Nitzschia kebanyakan ditemukan di perairan lebih dingin, dan berhubungan dengan kedua Kutub Utara dan Antartika kutub es laut dimana sering ditemukan menjadi diatom dominan. frigida ditemukan tumbuh pesat bahkan pada temperatur antara -4 dan -6 derajat Celcius . Beberapa spesies Nitzchia juga extremophiles oleh penyok toleransi tinggi salinitas , misalnya, beberapa halophile Nitzchia spesies ditemukan di Pans Makgadikgadi di Botswana .














V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Plankton dibedakan menjadi 2 bagian yang besar yaitu zooplankton dan fitoplankton
2. Keberadaan fitoplanton merupakan faktor penting terhadap kehidupan di laut karena berperan sebagai produsen primer.
3. Genus yang diperoleh dari hasil pengamatan yang diperoleh dibawah mikroskop meliputi Ceratium, Surirella, Nitzshia, Gloeotrichia, dan Oscillatoria.
4. Ceratium merupakan genus dari Gymnodinium yang berbentuk sel tunggal. Ceratium hidup di air laut atau air tawar.
5. Nitzschia merupakan klass dari Bacillariophyceae, dimana berasal dari kata bacil yang berarti batang.
6. Oscillatoria merupakan phytoplankton yang berbentuk seperti serabut halus yang tidak teratur dan saling mengikat.

5.2 Saran
1. Sebaiknya praktikan di ajak dalam proses pengambilan sampel sehingga dapat mengetahui habitat dari fitoplankton tersebut.
2. Sebaiknya praktikan di jelaskan dulu prosedur sebelum pengamatan dibawah mikroskop dilakukan











DAFTAR PUSTAKA

K.-H. Linne von Berg, K. Hoef-Emden, B. Marin, M. Melkonian: Der Kosmos-Algenführer. Linne von Berg, K. Hoef-Emden, B. Marin, M. Melkonian: The-alga pemimpin Kosmos. Die wichtigsten Süßwasseralgen im Mikroskop . Yang paling penting alga air tawar di mikroskop. Kosmos, Stuttgart 2004, S. 232, ISBN 3-440-09719-6 Kosmos, Stuttgart 2004, hal 232, ISBN 3-440-09719-6

Nontji, Anugrah. 1993. Laut Nusantara. Jakarta Djambatan

Newell, C.E & Newell, R.C., 1977. Marine Plankton. Hutchinson & Co. 231p

Nybakken, James W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta Gramedia

Press Bougis, P., 1974. Ecologie du Plancton Marin. Masson et Ed., 200p.

Romimohtarto, Kasijan. 1999. Biologi Laut Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut Jakarta LIPI.

Sachlan, M. 1998. Planktonologi. Semarang UNDIP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar