Selasa, 15 Juni 2010

Phytoplankton II

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Dalam perairan laut ditemukan berbagai macam spesies kehidupan bawah laut yang menakjubkan. Lautan dan samudera memiliki luas mencapai 70 % dari permukaan bumi. Wilayah yang sedemikian luasnya merupakan komponen penyumbang terhadap keberadaan dan keanekaragaman sumberdaya. Untuk itu plankton sebagai komponen dasar dalam suatu lingkungan laut dapat dijadikan parameter dalam pemantauan kualitas lingkungan perairan. Aspek yang dapat dilihat meliputi kuantitas dan kualitas plankton. Aspek kualitas meliputi pemahaman tentang plankton yang berkaitan dengan keberadaan jenis plankton yang menimbulkan bencana terhadap lingkungan sekitarnya atau terhadap manusia sebagai konsumen langsung organisme sebagai makanan. Aspek kuantitas meliputi pemahaman terhadap fungsi dan tingkat kemampuan perairan sebagai pendukung kehidupan organisme air. Pemahaman ini berhubungan erat dengan penilaian perairan yang berfungsi sebagai daerah perikanan potensial baik sebagai daerah penangkapan ikan maupun sebagai tempat budidaya laut.

Dalam sumber daya perairan dapat ditentukan tinggi rendahnya tingkat potensial berdasarkan tingkat produktivitas suatu perairan yang dilatar belakangi oleh kajian fisik, kimiawi maupun hayati. Sedangkan plankton adalah termasuk dalam kajian fisik hayati. Dimana plankton bertindak produser utama dari bahan - bahan anorganik, melalui proses fotosintesa, dan pada beberapa biota bertindak sebagai konsumer tingkat pertama pada jaring - jaring makanan di perairan.

Berubahnya fungsi perairan sering disebabkan oleh perubahan struktur dan nilai kuantitatif plankton. Perubahan ini dapat disebabkan oleh karena kegiatan ala maupun manusia, seperti adanya signifikasi konsentrasi unsur hara secara sporadis sehigga dapat menimbulkan peningkatan nilai nilai kuantitas plankton melampaui batas normal yang dapat ditolerir oleh organisme lain. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak negatif berupa kematian massal organisme perairan akibat persaingan penggunaan oksigen terlarut seperti yang terjadi pada periairan dunia dan beberapa perairan Indonesia.


2.TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah dengan adanya praktikum planktonologi ini praktikan diharapkan dapat:
1. Mengetahui Bentuk dan jenis dari fitoplankton
2. Mengetahui ciri-ciri dari fitoplankton yang ditemukan
3. Dapat membedakan fitoplankton dan zooplankton
4. Agar mahasiswa yang melakukan praktikum mengetahui bagaimana cara melihat atau mengamati plankton dari mikroskop.
5. Agar mahasiswa yang melakuakn praktikum mengetahui bagaimana cara
mengidentifikasi species Plankton
6. Agar mahasiswa yang melakukan praktikum mengetahui dan bisa melakukan
klasifikasi Plankton.

3.MANFAAT
1.Mahasiswa dapat membedakan zooplankton dan fitoplankton
2.Dapat mengetahui klasifikasi dan ciri-ciri dari plankton
3.Mahasiswa mengerti tentang cara mengidentifikasi plankton


1.4 WAKTU DAN LOKASI
Waktu : 11.20 – 12.30
Tanggal : 25 Mei 2010
Tempat : Laboratorium Ilmu Kelautan, Tembalang.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Plankton
Plankton adalah suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang ambing oleh arus air. Mereka terdiri dari makhluk hidup sebagai hewan (zooplankton) ataupun sebagai tumbuhan (fitoplankton).Kelompok-kelompok organisme yang hanyut bebas dalam laut dan sangat lemah daya renangnya dinamakan plankton. Kemampuan berenang organisme-organisme planktonik demikian lemah sehingga mereka sama sekali dikuasai oleh gerakan-gerakan air. Plankton dapat dibagi menjadi dua golongan, yakni : fitoplankton terdiri dari tumbuhan laut yang bebas melayang dan hanyut dalam laut serta mampu berfotosintesisi; dan zooplancton ahila hewa-hewan laut yang planktonik. (Nybbaken,1982)Arinardi, dkk (1997) mengelompokkan plankton berdasarkan ukuran, habitat, serta daur hidupnya. Berdasarkan ukurannya, plankton dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok yang dapat di lihat pada tabel.1. (Dussart, 1965 dalam Omori Ikeda, 1984).















Tabel. 1. Pengelompokkan plankton berdasarkan ukurannya.
Kelompok
Ukuran
Biota utama
Plankton non-net*
Ultrananoplankton
Nanoplankton
Mikroplanton


Plankton net*
Mesoplankton
Makroplankton

Mikronekton

Megaloplankton

2 m
2 – 20 m
20 – 200 m



200 m – 2 mm
2 – 20 mm

20 – 200 mm

20 mm

Bakteria
Fungi, Flagellata, dan Diatom kecil
Sebagian besar fitoplankton, Foraminifera, Ciliata, Rotifera , dan Nauplius Copepoda

Cladocera, Copepoda, dan Larvaceae
Pteropoda, Copepoda, Euphausiid, Chaetognatha.
Chepalopoda,Euphausiid, Sargestid, Myetopid.
Scyphozoa, Thaliaceae .

Masih ada dua isilah lagi bagi plankton, yaitu yang bersangkut-paut dengan daur hidup organisme planktonik. Suatu organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik termasuk golongan holoplankton. Kemudian, meroplankton ialah organisme-organisme akuatik yang hanya sebagian dari daur hidupnya bersifat plantonik. Termasuk dalam golongan meroplankton ialah berbagai larva hewan laut yang pada stadium dewasa hidup sebagai bentos atau nekton. (Nybbaken,1982)

Pengelompokan plankton berdasarkan habitat adalah sebagai berikut:
A Plankton bahari (haliplankton)
a.Plankton oseanik : plankton yang hidup di luar paparan benua.
b.Plankton neritik: plankton yang hidup diatas paparan benua (mulutsungai, perairan pantai, dan perairan lepas pantai).
c.Plankton air payau : plankton yang hidup di perairan salinitas rendah (0,5 – 30 ).
B. Plankton air tawar (limnoplankton)

Semua plankton yang hidup di perairan dengan selinitas kurang dari 0,5 Sedangkan pengelompokkan plankton berdasarkan daur hidupnya adalah sebagai berikut :
A.Plankton tetap (holoplankton)
Biota yang seluruh daur hidupnya dilalui sebagai plankton.
Contoh : Chaetognatha dan Copepoda.
B.Plankton sementara (meroplankton)
Biota yang sebagian hidupnya dilalui sebagai plankton, misalnya pada stadia telur dan larva berbagai jenis ikan, cumi dan kerang kerangan.

2.2. FITOPLANKTON DI PERAIRAN
2.2.1. Pengertian
Phytoplankton adalah termasuk bentuk biota tanaman ; dimana bentuk biota tanaman tersebut bersifat autotrophic dan menyumbang secara langsung terhadap keberadaan pakan di permukaan air dengan mengembangkan protoplasmanya dan cadangan makanan secara langsung dari karbon dioksida dan larutan garam di laut( Newell and Newell , 1977 ). Menurut Sachlan ( 1982 ) dan Arinardi dkk ( 1997 ) yang dimaksud dengan phytoplankton adalah plankton nabati. Selanjutnya Sumich dan Dudley ( 1992 ) mendefinisikan phytoplankton adalah biotra mikroskopik, mengapung bebas dan merupakan produser primer. Lebih lanjut ditambahkan bahwa phytoplankton adalah biota laut photosintetik, sebagai produser primer ekosistem laut, dan berada pada rantai pertama dari jaring – jaring makanan.
Klasifikasi dari Fitoplankton menurut Sze ( 1986 ) dan Boney ( 1989 ) adalah sebagai berikut :


Kingdom : Plantae

Divisi : Cyanophyta

Klas : Cyanophyceae
Ordo : Chroococcales
Species : Chroococcus turgidus
Ordo : Chamaesiphonales
Ordo : Nostocales
Species : Gloeocapsa sp.
Species : Merismopedia sp.
Species : Microcystis sp.

Divisi : Chlorophyta

Klas : Chlorophyceae
Genus : Chlamydomonas
Genus : Haematococcus
Genus : Coccomonas
Genus : Pteromonas
Species : Ankistrodesmis falcatus
Species : Scenedesmus quadricauda
Species : Dictyosphaerium pulchellum
Species : Pediastrum boryanum
Species : Hydrodictyon reticulatum
Genus : Spirotaenia
Genus : Xanthidium
Genus : Micrasterias

Klas : Prasino / Haptophyceae
Species : Pyramimonas grossi
Species : Platymonas convolutae
Species : Halosphaera viridis

Divisi : Chrysophyta

Klas : Chrysophyceae
Genus : Mallomonas
Genus : Uroglena
Species : Dictyocha speculum



Klas : Prymnesiophyceae
Genus : Chrysochromulina
Genus : Hymenomonas
Genus : Emiliana
Species : Phaeocystis pouchettii

Klas : Bacillariophyceae /
Diatomophyceae
Species : Coscinodiscus grani
Genus : Lithodesmium
Species : Biddulphia rhombus
Genus : Rhizosolenia
Genus : Cymbella
Genus : Thalassiosira
Genus : Stephanopyxis
Genus : Cyclotella
Species : Skeletonema costatum

Divisi : Pyrrophyta / Dynophyta

Klas : Dynophyceae
Species : Prorocentrum micans
Species : Exuviella marina
Genus : Gymnodinium
Species : Ceratium tripos
Species : Ceratium hirundinella
Species : Protoperidinium leonis
Genus : Dinophysis

Divisi : Cryptophyta

Klas : Cryptophyceae
Genus : Cryptomonas

Divisi : Euglenophyta

Klas : Euglenophyceae
Genus : Euglena

2.2.2 Morphology
Sedangkan untuk mengidentifikasi morfologi plankton didasarkan pada beberapa karakteristik sel tertentu yaitu:
1.Bentuk sel ; konstan atau bervariasi dan fleksibilitas sel berkaitan erat dengan bentuk dinding sel.
2.Dimensi sel ; pengukuran berdasarkan pada ukuran sel dengan menggunakan skala mikrometer.
3.Dinding Sel. Berdasarkan kandungan bahan dinding sel. Bahan organik pectin pada dinding sel dapat diketahui dengan menggunakan larutan Ruthenium Merah, dimana pada larutan sel tersebut akan membentuk lapisan berwarna Merah Jambu.Plankton algae banyak memiliki dinding sel bermineral. Diatom memiliki dinding sel dari Silika ( SiO2 ), terkadang dengan model permukaan yang cukup komplek.Pada plankton alga coklat, dinding luarnya tersusun dari silika atau kalsium karbonat ( CaCO3 ). Meskipun demikian untuk mengetahuinya haruslah digunakan mikroskop skaning elektron atau mikroskop transmisi.Pada plankton coklat dan hijau yang berflagella, permukaan dinding luarnya tersusun oleh model cangkang bahan organik yang komplek pula. Untuk mengetahuinya harus digunakan mikroskop skaning elektron .Penggunaan mikroskop elektron menjadi essensial, karena pada penentuan beberapa species dan genus berdasarkan kepada penampakan permukaan cangkang luar.Pada euglenoida berflagella, modifikasi yang terjadi pada membran plasma menyebabkan cangkang luar berbentuk pellicle. Theca adalah membran mati yang telah terpisah dari membran plasma. Struktur dinding sel mempuntai bentuk mendekati polysakarida glycocalyx.
4.Lapisan Mucilage ; lapisan ini adalah kelanjutan dari sistem dinding sel yang hanya akan dapat diketahui bila sel atau koloni sel ditempatkan pada suspensi tinta cina. Kloroplast dapat juga mengandung bahan PYRENOID, yaitu proteinaceous yang tidak berpigmen.Kloroplast merupakan tempat penyimpanan semua bahan. Pada plankton hijau, kloroplast merupakan tempat penyimpanan karbohidrat.

5.Kloroplast ; tiga hal yang harus diperhatikan yaitu : warna, jumlah dan bentuk. Warna adalah ekspresi dari kandungan pigmen. Kloroplast adalah organe yang sangat peka terhadap cahaya di mana akan membantu orientasi sel. Kloroplast dapat juga mengandung bahan pyrenoid yaitu proteinaceous yang tidak berpigmen. Kloroplast merupakan tempat penyimpanan semua bahan.
6.Flagella ; hal-hal penting dari keberadaan flagella pada sel adalah : jumlahnya pada setiap sel, titik insersi atau penempelan pada sel, panjang relatif bila jumlahnya lebih dari satu, keberadaan atau ketiadaan ujung yang pecah dan mati atau bagian ujung yang tumbuh seperti rambut, dan keberadaan organ tambahan serupa dengan flagella yang di sebut dengan haptonema, seperti pada Cryptophyceae.
7.Substansi/bahan cadangan ; Karbohidrat, minyak / lemak dan chrysolaminarin adalah bahan – bahan utama pada sel phytoplankton. Karbohidrat dan chrysolaminarin adalah polysakarida yang secara kimiawi terstruktur bebas. Karbohidrat adalah percampuran antara -1,4-ikatan glukan dan -1,6-ikatan glukan. Chrysolaminarin adalah -1,3-ikatan glukan. Karbohidrat alga hijau dari Class Chlorophyceae memberikan warna biru gelap pada reaksi dengan iodine sebagaimana pada tanaman tingkat tinggi. Karbohidrat cadangan pada Class Prasinophyceae memberikan warna merah coklat pada reaksi dengan iodine.Bahan cadangan pada Euglenoidae berflagella termasuk kedalam alga hijau, adalah paramylon yang merupakan ikatan -1,3-ikatan glukan yang cukup solid. Chrysolaminarin adalah bahan cadangan utama pada phytoplankton alga coklat, dan merupakan suatu larutan yang tersimpan pada vacuola dalam sel. Hal tersebut merupakan bahan cadangan yang cukup kaya pada tanaman uniselluler.
Alga hijau biru mempunyai bahan cadangan yang cukup bervariasi seperti :

a.glycogen berbentuk seperti telur atau batang,
b.globula lemak,
c.granula / butiran Cyanophycin ( polipeptida dari asam aspartik dan arginik )
d.polyphosphat
e.polyhedral semi-kristaline / carboxysomes, yang merupakan bentuk cadangan dari ribulose-1, 5-biphosphate carboxylase ( RuBPA-Case ), enzym yang berperanan penting pada proses fotosintesa.
8.Bentuk-bentuk yang lain ; ada beberapa kelas biota tertentu, terdapat beberapa hal tambahan yang harus diamati yaitu : vokuola sel, trichocyst (butir-butir memanjang berukuran kecil yang dikeluarkan oleh sel, meskipun sel mempunyai bentuk berbuku-buku atau panjang meruncing).

Meskipun fitoplankton membentuk sejumlah besar biomassa dilaut, kelompok ini hanya diwakili oleh beberapa filum saja. Sebagian besar bersel satu dan mikroskopik, dan mereka termasuk filum Chrysophyta yakni alga hijau kuning yang meliputi diatom dan kokolitofor. Selain itu terdapat jenis alga biru – hijau (Cyanophyta), alga coklat (Phaerophyta) dan satu kelompok besar dari dinoflagelta. Diatom merupakan produsen primer yang terbanyak. Mereka terdapat disemua bagian lautan, tetapi teramat melimpah didaerah permukaan dan dilintang tinggi, dimana terdapat air dingin yang penuh zat hara. Biota bersel satu ini umumnya dinamakan alga coklat emas karena warnanya. Diatom mempunyai ukuran yang sangat beranekaragam, dari beberapa micrón sampai beberapa milimeter. Kerangka silikonnya menunjukkan bebtuk – bentuk dan pola – pola rumit dan halus. (Kasijan & Juwana, 1999)

Klasifikasi plankton flora dan fauna didasarkan kepada siklus hayati yang memang berbeda nyata. plankton terbagi menjadi phytoplankton dan zooplankton. Kasijan Romimohtarto ( 1984 ) menyatakan bahwa plankton nabati atau phytoplankton yang terdiri dari tumbuh - tumbuhan atau tumbuh - tumbuhan yang hidup sebagai plankton. Selanjutnya dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan plankton hewani atau zooplankton adalah plankton yang terdiri dari binatang - binatang atau binatang - binatang yang hidup sebagai plankton. Bougis (1974) menjelaskan lebih lanjut bahwa yang dimaksud dengan zooplankton atau ”plancton animal, est constitué par l’ensemble des organismes hétérotrophes à nutrition animale, qui, ne pouvant synthétiser leur subtance organique, l’obtiennent du milieu extérieur par absorption de particules, vivantes ou non ( phagotrophie )” yang berarti plankton hewani yang terdiri dari sejumlah biota heterotrof sampai dengan fauna nutritif yang tidak mampu mensintesa substansi organik dimana diperoleh dari lingkungan luar disekitarnya dengan mengabsorpsi partile, baik hidup maupun tidak ( phagotropi ). Selanjutnya dikemukakan pula bahwa sifat heterotropik zooplankton akan berlawanan dengan sifat autotrof dari phytoplankton.






















BAB III
MATERI DAN METODE

ALAT DAN BAHAN :
Sampel Plankton yang telah diawetkan
Mikroskop
Preparat
Alat Tukis
Buku pedoman bentuk dan Nama plankton

CARA KERJA :
Masukkan sampel plankton yang telah diawetkan kedalam preparat dan tutup dan diusahakan tidak ada gelembung udara di dalam preparat
Letakkan preparat di meja objek dan amati dengan mikroskop
Gambar penamapakan bentuk fitoplankton
Tentukan nama genus dari plankton yang diamati dengan melihat pada buku pedoman bentuk dan nama plankton
















BAB IV
HASIL
 
4.1 GAMBAR
4.1.1 Navicula

 
4.1.2 Lyngbya

4.1.3 Nostoc
 
4.1.4 Synedra

 
4.1.5 Spirulina


4.2 PEMBAHASAN
         4.2.1 Navicula
Kingdom : Plantae
Divisi : Heterokontophyta
Kelas : Bacillariophyceae 
Bangsa : Naviculales 
Suku : Naviculaceae
Genus : Navicula
Navicula  adalah genus berbentuk kapal mikroba (mikroorganisme) yang merupakan jenis fitoplankton atau algae - air, eukariotik, terutama fotosintesis organisme, mulai dari ukuran sel tunggal.Navicula genus diatom terdiri lebih dari 10.000 spesies. Navicula is Latin for "small ship". Navicula adalah bahasa Latin untuk "Kapal kecil".
Navicula adalah pennate, diatom raphed dengan sel berbentuk perahu yang mungkin ada secara tunggal atau dalam pita. Katup yang simetris baik apically dan transapically, dan mungkin bulat, akut, atau berbentuk kepala berakhir. Daerah sentra sering jelas diperluas. Para striae lineate terdiri dari areolae diatur memanjang paralel dengan sumbu apeks. Namun, areolae mungkin sulit untuk melihat di banyak taksa, khususnya dalam hidup.
Navicula , Navicula adalah genus diatom terbesar, dengan lebih dari 10.000 spesies, varietas, dan bentuk
seperti banyak diatom rafe-bantalan lainnya, mengeluarkan lendir dari rafe untuk mengaktifkan sel-sel untuk meluncur sepanjang substrat.

4.2.2 Lyngbya
Kingdom : Bakteri
Divisi: Cyanobacteria 
Kelas: Cyanophyceae
Bangsa: Oscillatoriales
Suku: Oscillatoriaceae
Genus : Lyngbya
Lyngbya adalah genus dari cyanobacteria , uniseluler autotrophs yang membentuk dasar laut rantai makanan . Lyngbya unbranching formulir yang panjang filamen di dalam selubung lendir kaku. Selubung bisa membentuk atau tikar kusut, bercampur dengan jenis fitoplankton lainnya bereproduksi. Lyngbya aseksual, filamen mereka pecah dan masing-masing sel membentuk filamen baru. Beberapa Lyngbya menyebabkan iritasi kulit manusia disebut dermatitis rumput laut . Beberapa spesies Lyngbya juga dapat sementara memonopoli ekosistem air ketika mereka membentuk tikar padat mengambang di air.
Lyngbya telah bercabang filamen yang lurus, sedikit berombak, atau jarang melingkar, dan biasanya bentuk besar, layered, tikar kasar ketebalan bervariasi. Filamen adalah silinder dan biasanya lebih luas dari 6 μm. Sel-sel yang lebih pendek dari mereka lebar dan mungkin memiliki dinding sel terbatas. Sel-sel apikal sering memiliki dinding sel menebal disebut sebuah calyptra. Sebuah spesies plankton sedikit yang vesikula gas untuk apung, tapi kebanyakan tidak. Sebuah musilago, sarung berbeda kaku selalu hadir. Lendir dapat tipis atau tebal, dan tidak berwarna atau sedikit merah, kuning-cokelat, atau kadang-kadang biru. Sangat jarang, bercabang palsu bisa membentuk Lyngbya. Ekstrim Dalam kondisi tersebut trikoma mungkin meninggalkan sarung. Ini sangat mirip dengan Phormidium , yang memiliki selubung looser, dan untuk Oscillatoria , yang biasanya tidak memiliki selubung.

4.2.3 Nostoc
Kingdom : Plantae
Divisi: Cyanobacteria
Kelas: Cyanophyceae
Bangsa: Nostocales
Suku: Nostocaceae
Genus : Nostoc
Nostoc adalah genus cyanobacteria ditemukan di berbagai lingkungan yang membentuk ceruk koloni terdiri dari filamen sel moniliform dalam sarungnya agar-agar.  Nostoc dapat ditemukan dalam tanah, pada batu lembab, di dasar danau dan mata air (baik segar dan air asin, dan jarang di habitat laut. Hal ini juga dapat tumbuh symbiotically dalam jaringan dari tanaman , seperti evolusi kuno ( Gunnera ) atau hornworts , menyediakan nitrogen untuk menjadi tuan rumah melalui aksi mematikan sel-sel yang berbeda yang dikenal sebagai heterocysts . Bakteri ini mengandung pigmen fotosintesis di sitoplasma mereka untuk melakukan fotosintesis .
Mengandung protein dan vitamin C , Nostoc spesies dibudidayakan dan dikonsumsi sebagai bahan makanan yang, terutama di Asia. Komune juga dikonsumsi di Andes . The preferred variety in Central Asia is N. Variasi disukai di Asia Tengah adalah N. ellipsosporum . ellipsosporum . Sebuah tim peneliti dari biokimia departemen dari Universitas Cina Hong Kong mengatakan bahwa penelitian internasional telah menunjukkan bahwa choy lemak (Nostoc flagelliforme), selain tidak memiliki nilai gizi, juga telah ditemukan mengandung Beta-methylamino L-alanin (BMAA), beracun asam amino yang dapat mempengaruhi fungsi normal sel saraf. Profesor Chan Raja-ming tim mengatakan kepada media bahwa choy lemak makan dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti Alzheimer , Parkinson , dan dementia .

4.2.4 Synedra
Kingdom : Plantae
Divisi   :Bacillariophyta
Kelas   : Fragilariophyceae
Bangsa : Fragilariales
Suku :  Fragilariaceae
Genus : Synedra
Genus Synedra telah lama, seperti sel-sel jarum yang ada di koloni tunggal atau memancarkan. Pada koloni sel-sel yang berkumpul bersama di satu titik oleh bantal musilago yang dikeluarkan dari lapangan pori pada tiap sel. spesies tertentu memiliki dua tanduk pendek atau duri yang menonjol dari muka katup tepat di atas bidang pori. Katup tertutup oleh deretan areolae bundar atau memanjang. Sel muncul persegi panjang bila dilihat dari korset atau melihat sisi. Setiap sel memiliki dua lama, seperti plastida piring. Genus ini araphid, artinya sel tidak memiliki struktur rafe pada katup baik. Namun, satu spesies laut dapat meluncur dengan mengeluarkan lendir dari lekukan pada kedua ujung sel. Baru-baru ini, Synedra telah dibagi, dan beberapa spesies telah dipindahkan ke tiga genera baru.
ekitar empat persegi panjang dalam tampilan korset Sel, biasanya panjang dan tipis, dilengkapi dengan bantalan musilago di dasar untuk membentuk koloni memancarkan. Ada dua plastida panjang berbaring terhadap girdle dan tumpang tindih sedikit ke wajah katup. Dalam bahan yang tidak sehat, ini mungkin plastida berpisah, memberikan banyak tampilan outline plastida berbentuk cakram kecil. Valve biasanya berbentuk pisau pembedah linear atau linear (berbentuk pisau pembedah dalam kasus S. Parasitica) dengan bulat, berparuh, berbentuk kepala atau berakhir bengkak. Daerah sentra, jika ada, adalah variabel dalam bentuk dan sering mengandung striae hantu.  Tidak ada duri marjinal. rimoportula A ditemukan dekat puncak masing-masing, bersama dengan mengembangkan lapangan apikal pori-baik. copulae ini adalah sedikit jumlahnya dan memiliki baris tunggal areolae.
4.2.5 Spirulina
Kingdom : Bakteri
Divisi   : Cyanobacteria
Kelas   : Cyanophyceae 
Bangsa : Oscillatoriales   
Suku :  Oscillatoriaceae
Genus : Spirulina
Spirulina adalah alga biru-hijau. Ini adalah satu, bersel bentuk sederhana dari alga yang tumbuh subur di hangat, segar-badan air alkali. Nama "spirulina" berasal dari bahasa Latin untuk "helix" atau "spiral", yang menunjukkan konfigurasi fisik dari organisme ketika bentuk berputar, untaian mikroskopik.
Spirulina sedang dikembangkan sebagai makanan "masa depan" karena kemampuan luar biasa untuk mensintesis kualitas tinggi terkonsentrasi makanan lebih efisien daripada ganggang lain. Yang paling menonjol, Spirulina adalah 65-71 persen protein lengkap, dengan semua asam amino esensial dalam keseimbangan sempurna. Sebagai perbandingan, daging sapi hanya 22 persen protein. Spirulina memiliki tingkat konversi fotosintesis 8 sampai 10 persen, dibandingkan dengan hanya 3 persen pada tumbuh-tumbuhan darat seperti kedelai. Spirulina juga menyediakan konsentrasi tinggi banyak zat gizi lain - asam amino, mineral chelated, pigmentations, gula rhamnose (kompleks pabrik gula alami), unsur jejak, enzim - yang dalam bentuk assimilable mudah.
Meskipun bersel tunggal, Spirulina relatif besar, mencapai ukuran panjang 0,5 milimeter. Ini adalah sekitar 100 kali ukuran ganggang lainnya paling, yang membuat beberapa Spirulina sel individu dapat dilihat dengan mata telanjang. Selain itu, kemampuan reproduksi produktif dari sel dan kecenderungan mereka untuk mematuhi dalam koloni membuat Spirulina dengan mudah mengumpulkan massa dan pabrik besar. ganggang ini dibedakan menurut colorations mendominasi, dan dibagi menjadi biru-hijau, hijau, merah dan coklat. Spirulina adalah salah satu ganggang hijau biru karena keberadaan kedua klorofil (hijau) dan phycocyanin (biru) pigmen dalam struktur selular.
Meskipun Spirulina adalah jauh terkait dengan ganggang kelp, itu bukan tanaman laut. Namun, air kolam segar dan danau itu nikmat lebih alkaline terutama - dalam kisaran 8-11 pH dari danau biasa dan tidak dapat mempertahankan segala bentuk lain dari mikroorganisme. Selain itu, Spirulina tumbuh subur di perairan hangat sangat dari 32-45 derajat C (sekitar 85-112 derajat F), dan bahkan telah bertahan dalam suhu 60 derajat C (140 derajat F)
spesies gurun-diadaptasi tertentu akan bertahan ketika habitat tambak mereka menguap di bawah sinar matahari yang intens, pengeringan ke keadaan tidak aktif pada batu sepanas 70 derajat celcius (160 derajat F. Dalam kondisi tidak aktif, biru-hijau algae secara alami berubah menjadi buram putih dan mengembangkan rasa manis sebagai struktur proteinnya 71 persen berubah menjadi gula polisakarida oleh panas. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa manna "" Bani Israel mengembara, yang muncul secara ajaib di bebatuan menyusul musim kering yang menghancurkan dan digambarkan sebagai mencicipi "seperti wafer dibuat dengan menggerinda" mungkin merupakan bentuk kering, Spirulina tidak aktif.
Spirulina ini kemampuan untuk tumbuh di lingkungan panas dan basa memastikan status higienis nya, karena tidak ada organisme lain dapat bertahan hidup sampai mencemari perairan di mana alga ini tumbuh subur. Tidak seperti asosiasi stereotip mikroorganisme dengan "kuman" dan "sampah", Spirulina sebenarnya salah satu bersih, steril makanan alami yang paling ditemukan di alam. adaptasi untuk panas juga meyakinkan bahwa Spirulina mempertahankan nilai gizi ketika tunduk pada suhu tinggi selama pengolahan dan penyimpanan rak, tidak seperti banyak makanan nabati yang cepat memburuk pada suhu tinggi.
Spirulina juga tidak biasa di antara ganggang karena merupakan nuklir tanaman "" yang berarti berada pada titik puncak perkembangan antara tanaman dan hewan. Hal ini dianggap agak di atas tanaman karena tidak memiliki membran selulosa keras karakteristik sel tanaman, juga tidak memiliki inti yang jelas. Namun sistem metabolik didasarkan pada fotosintesis, suatu proses produksi pangan langsung memanfaatkan energi sinar matahari dan klorofil, yang khas dari bentuk kehidupan tanaman.
Pada dasarnya, Spirulina straddles bahwa garpu dalam pengembangan evolusioner ketika kerajaan tumbuhan dan hewan dibedakan. Jadi mewujudkan bentuk sederhana dari kehidupan. Sebaliknya, alga lain seperti Chlorella telah mengembangkan dinding dicerna karakteristik tanaman keras.

V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1.Plankton dibedakan menjadi 2 bagian yang besar yaitu zooplankton dan fitoplankton
2.Keberadaan fitoplanton merupakan faktor penting terhadap kehidupan di laut karena berperan sebagai produsen primer.
3.Genus yang diperoleh dari hasil pengamatan yang diperoleh dibawah mikroskop meliputi Lyngbya, Spirulina, Synedra, Navicula, Nostoc

5.2 Saran
1.Sebaiknya praktikan di ajak dalam proses pengambilan sampel sehingga dapat mengetahui habitat dari fitoplankton tersebut.
2.Sebaiknya praktikan di jelaskan dulu prosedur sebelum pengamatan dibawah mikroskop dilakukan























DAFTAR PUSTAKA

K.-H. Linne von Berg, K. Hoef-Emden, B. Marin, M. Melkonian: Der Kosmos-Algenführer. Linne von Berg, K. Hoef-Emden, B. Marin, M. Melkonian: The-alga pemimpin Kosmos. Die wichtigsten Süßwasseralgen im Mikroskop . Yang paling penting alga air tawar di mikroskop. Kosmos, Stuttgart 2004, S. 232, ISBN 3-440-09719-6 Kosmos, Stuttgart 2004, hal 232, ISBN 3-440-09719-6

Nontji, Anugrah. 1993. Laut Nusantara. Jakarta Djambatan

Newell, C.E & Newell, R.C., 1977. Marine Plankton. Hutchinson & Co. 231p

Nybakken, James W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta Gramedia

Press Bougis, P., 1974. Ecologie du Plancton Marin. Masson et Ed., 200p.

Romimohtarto, Kasijan. 1999. Biologi Laut Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut Jakarta LIPI.

Sachlan, M. 1998. Planktonologi. Semarang UNDIP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar